Sabtu, 20 Desember 2008

Majalah Trubus Jan 2009



Niat Abdulqodir Hadi Mustofa menanam 39 bibit gaharu di sela-sela pohon karet amat sederhana: cuma ingin mengambil kulit batang yang kuat. Ia ingin memanfaatkannya sebagai tali tas pengangkut getah karet. Namun atas saran kerabat ia memasukkan cairan cendawan Fusarium sp di 3 lubang. Dua tahun kemudian pada Oktober 2008, Abdulqodir menebang sebatang pohon itu dan memperoleh 300 kg kemedangan yang harganya Rp300.000 per kg. Dari 100 kg kemedangan yang terjual, omzet pria 50 tahun itu Rp30-juta.

Fusarium yang diinokulasi ke jaringan pohon itu sebetulnya kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu pohon gaharu melawan dengan memproduksi resin bernama fitoaleksin supaya kuman tak menyebar ke jaringan pohon lain. Seiring waktu, resin itu mengeras di sudut-sudut pembuluh xylem dan floem-organ pohon yang mendistribusikan makanan-berwarna kecokelatan, serta harum bila dibakar. Itulah kemedangan yang dipanen oleh Abdulqodir, pekebun di Simpangtiga, Kecamatan Kotabaru, Provinsi Jambi.

Andai waktu inokulasi lebih lama, 2-4 tahun, kemedangan yang semula kecokelatan itu berubah warna menjadi kehitaman dan lebih harum lantaran kadar resin lebih tinggi. Itulah gubal gaharu yang sekarang berharga Rp5-juta-Rp15-juta per kg. Oleh karena itu Abdulqodir membiarkan 38 pohon gaharu lain setelah inokulasi. Ia menyimpan harta karun di pohon-pohon itu. Bayangkan, sebuah pohon berumur 15 tahun seperti milik Abdulqodir bakal menghasilkan rata-rata 1 kg gubal. Dengan kualitas terendah dan harga termurah per kg Rp5-juta, omzetnya Rp190-juta.

Nun di Kalimantan Barat, H. Raden Syamhuddin Has memanen 3 pohon karas. Pria 54 tahun itu tidak ingat jumlah produksi dan kualitas gaharu dari pohon-pohon yang 10 tahun lalu ia lukai dengan cara membacok, memantek bilah kayu ulin, sampai mengucuri larutan gula merah agar muncul gubal. Yang Syamhuddin ingat, dari panen 3 pohon pada April 2007, ia memperoleh Rp11-juta.

Peraih penghargaan kepala desa terbaik se-Kalimantan Barat di bidang konservasi alam itu masih memiliki 397 pohon gaharu di kebun karet seluas 12 hektar. Umurnya rata-rata 15 tahun dengan tinggi menjulang 8-10 m, berdiameter 25-30 cm. Enampuluh pohon di antaranya sudah diinokulasi cendawan Fusarium sp pada Agustus 2006. Itu atas saran kerabat Syamhuddin yang bergaul dengan peneliti kehutanan dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. November 2008, seorang penampung menyodorkan harga Rp2-juta per pohon. Ia menolak dan memilih untuk memperpanjang masa inokulasi sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Populasi menyusut

Gaharu yang memberi pendapatan tidak kecil pada Abdulqodir dan Syamhuddin, bukan nama pohon, tetapi resin yang dihasilkan dari pohon genus tertentu. Periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Yana Sumarna MS menjelaskan, paling sedikit ada 27 spesies pohon yang dapat membentuk gaharu. Spesies-spesies itu tumbuh di hutan hujan tropis Nusantara seperti genus Aquilaria, Aetoxylon, Enkleia, Excoccaria, Dalbergia, Gonystylus, Gyrinops, dan Wikstroemia. Genus Aquilaria dan Gyrinops paling banyak jenisnya, masing-masing ada 9 spesies. Abdulqodir dan Syamhuddin termasuk yang membudidayakan Aquilaria malaccensis.

Dua tahun terakhir banyak pekebun yang memanen gaharu hasil budidaya. Pemicunya gaharu alam yang terus menyusut. Pada 2000 Asgarin (Asosiasi Pengusaha Eksportir Gaharu Indonesia) mensurvei populasi gaharu alam di berbagai hutan. Hasilnya di Sumatera tersisa 26%, Kalimantan (27%), Nusa Tenggara (5%), Sulawesi (4%), Maluku (6%), Papua (37%).

Menyusutnya populasi di alam karena sebagian besar pemburu tak mampu mengidentifikasi pohon gaharu yang sudah terinfeksi cendawan. Untuk memperoleh sebuah pohon yang mengandung gubal, mereka menebang hingga puluhan pohon. Pohon yang belum bergubal dan telanjur ditebang, dibiarkan begitu saja. Ini hampir terjadi di semua hutan alam.

Kadir Ade, pemburu gaharu di Desa Serawai, Nangapinoh, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menebang di atas 10 pohon untuk memetik 20-30 kg teras super (gubal dalam bahasa Dayak, red). Itu dilakukan Kadir di hutan-hutan di hulu Sungai Kapuas dan hulu Sungai Melawi. Ia tergiur harga jual teras yang tinggi, Rp350.000 per kg. Dari 10 pohon yang dibabat hanya 2 pohon yang setelah dibelah berisi teras.

Fenomena itu tercium oleh dunia luar. Pada Konvensi ke-9 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species) di Florida, Amerika Serikat pada November 1994, diputuskan pohon gaharu spesies malaccensis masuk appendix II. Artinya anggota famili Thymelaeaceae itu dibatasi perdagangannya. Tiga belas tahun kemudian diputuskan, kuota ekspor spesies itu yang boleh diambil dari alam hanya 30 ton, dari sebelumnya 50 ton. Total kuota ekspor gaharu Indonesia dari tahun ke tahun terus turun. Data PHKA dan CITES menyebutkan kuota ekspor pada 2000, sejumlah 225 ton; 2001 (200 ton); 2002 (180 ton); dan 2003-2005 (175 ton).

Pascakonvensi ke-13 CITES di Bangkok, Thailand pada 2004, pembatasan perdagangan juga berlaku untuk semua spesies gaharu alam. Seluruh produk dan hasil gaharu masuk CITES appendix II. Keputusan itu dilandasi sulitnya pasar dunia membedakan produk asal spesies malaccensis atau bukan. 'Konsekuensinya penjualan ekspor dan impor produk gaharu ditentukan kuota dan harus ada izin dari CITES,' ungkap Dr Tonny Soehartono, direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan. Penerapan kuota bertujuan untuk memastikan sebaran spesies pohon gaharu di alam mampu berkembang biak dengan baik.

Menurut koordinator otoritas ilmiah CITES, Dr Gono Semiadi APU, kuota itu tidak membedakan gaharu alam atau budidaya. 'Sebaiknya pekebun budidaya melapor pada BKSDA setempat untuk mendapat surat rekomendasi. Itu untuk mempermudah ketika menjual hasil panen di masa depan,' katanya. Proses pelaporan hingga pembuatan berita acara pemeriksaan dari kegiatan penanaman itu gratis.
Marak budidaya

Dengan rambu-rambu itu makanya mengebunkan gaharu menjadi pilihan. Apalagi gaharu dapat dibudidayakan di ketinggian 0-1.500 m dpl, kelembapan 80%, curah hujan 1.200-1.600 mm per tahun, dan adaptif di berbagai tipe tanah. Itu sebabnya kebun-kebun gaharu kini banyak bermunculan di Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat), Kelurahan Bentiring dan Kecamatan Argamakmur (Bengkulu), Pangkalpinang (Bangka Belitung), Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat), serta Kecamatan Kotabaru (Jambi). Tak kurang dari Malem Sambat Kaban, Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu mendorong penanaman gaharu.

Adi Saptono, pekebun di Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, menanam 300 spesies malaccensis, microcarpa, dan beccariana pada 2004. Ia menanam gaharu secara monokultur itu dengan jarak tanam 2 m x 2 m. Pohon yang dipelihara di kebun belakang rumah itu kini tingginya 3,5 m berdiameter 10 cm. Setahun lalu pohon-pohon itu diinokulasi menggunakan ramuan 'rahasia'. Isi ramuan bermacam-macam cendawan: fusarium, acremonium, dan aspergillus. Seliter cendawan ini dipakai untuk menyuntik 2.000 lubang per pohon. Sejauh ini Adi belum dapat menebak hasilnya. Namun, di luar itu Adi sudah mencicipi pendapatan dari ramuan 'rahasia' itu.

Bermitra dengan pekebun karet yang di kebunnya 'tumbuh liar' 1-2 pohon gaharu, pada November 2008 ia memanen 5 pohon setinggi 8 m berdiameter 25 cm. Pohon itu telah diinokulasi seliter cendawan pada pertengahan 2005. Adi memperoleh 22,5 kg gaharu terdiri atas 2,5 kg gubal mutu B dan 20 kg kemedangan. Temannya membeli gubal itu seharga Rp2-juta/kg dan kemedangan per kg Rp500.000-Rp1-juta. Minimal pendapatan Rp15-juta ditangguk. Pendapatan itu dibagi dua dengan pemilik kebun; Adi mengantongi Rp7,5-juta. Masih ada 70 pohon gaharu lagi yang tengah menanti saat dipanen.

Di Desa Gunungselan, Kecamatan Argamakmur, Bengkulu Utara, Rita Rosita menanam 1.700 pohon gaharu spesies malaccensis di lahan 7.000 m2. Ia menumpangsarikan malaccensis berumur 1,5 tahun itu (jarak tanam 2,5 m x 2,5 m) dengan tanaman jati Tectona grandis berumur 4 tahun dan kakao Theobroma cacao berumur 3 tahun. Di pinggir-pinggir kebun itu berderet pohon pinang Areca cathecu yang tengah berbuah lebat.

Tumpangsari ini bukan tanpa sebab. Pendapatan lain bisa diraih Rita sambil menunggu pohon-pohon gaharu itu siap diinokulasi cendawan. Tanaman kakao sudah berproduksi 2 kg/pohon. Panen dilakukan 2 minggu sekali sebanyak 7 kg kering dengan harga Rp12.000 per kg. Pinang sesekali dipanen dan dijual dengan harga Rp3.500 per kg. Sekali menjual sebanyak 30 kg.
Beragam kendala

Beragam rintangan siap menghadang pekebun gaharu buat meraih untung. Peluang memetik laba besar bakal gagal total jika pekebun gagal menginokulasi seperti dialami H. Mahmuddin Sany. Pekebun di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, itu menginokulasi sebuah pohon gaharu dari 20 pohon yang ditanam pada 2000. Alih-alih mendapat gubal, pohon berdiameter 18-20 cm itu batangnya membusuk. Menurut Sany kegagalan itu antara lain karena ia tidak paham masa aktif inokulan. Saat 2 mL larutan cendawan fusarium itu diinokulasi pada 30 lubang, umur si mikroba sudah kedaluwarsa sejak 3 bulan sebelumnya. Hasilnya? Pohon itu mati.

Urusan cendawan ini memang agak pelik bagi pekebun. Bukannya mereka tidak tahu teknologi cendawan, 'Saya pernah mencoba menyuntik pada sebuah pohon, tapi tak lama mati,' kata M Amin, pekebun di Dusun Orong Selatan, Desa Gegerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kapok dengan kejadian itu ia kembali memakai cara tradisional: dipaku. Dari pengalaman Amin pohon bergaris tengah 10 cm setinggi 3-4 m yang 'diinokulasi' 3 kg paku selama 2 tahun dapat menghasilkan 1 kg kemedangan. Selain dipaku masih ada cara tradisional lain: menancap bilah bambu, kayu ulin, dan seng. Yang lain membubuhi garam sampai mengoleskan oli. Intinya membuat pohon 'merana' sehingga mau mengeluarkan gaharu.

Menurut Dr Ir Mucharromah MSc, peneliti gaharu dari Jurusan Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, gagalnya cendawan bereaksi karena tanaman memberikan respon berbeda-beda. Sebab itu mutlak ada 'kecocokan' antara mikroba yang diinokulasi dengan si tanaman. Makanya sulit menentukan mikroba yang paling pas. 'Yang namanya mikroba pembentuk gubal itu ada sekitar 50 spesies,' katanya. Fusarium yang efektif di Bogor berbeda misalnya dengan di Bengkulu dan Nusa Tenggara Barat. Sebab itu pula pekebun seperti di Bengkulu, Kalimantan Selatan, dan Pangkalpinang meracik sendiri ramuan mikroba atas dasar pengamatan di lapangan.

Muhaimin, pekebun di Desa Batumandi, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, bisa menjadi contoh. Pada 2006 ia menginokulasi 30 pohon gaharu spesies microcarpa berumur 30 tahun setinggi 25 m berdiameter 40 cm memakai cendawan 'ajaibnya'. Hasilnya dari 2 pohon yang dipanen pada pertengahan 2008 Muhaimin mendapat masing-masing 4 kg kemedangan yang laku dijual Rp1-juta per kg. Bahan cendawan itu berasal dari gubal gaharu hutan setempat yang dikembangbiakkan di laboratorium pertanian.

Pengguna gaharu juga menemukan hambatan berupa sulitnya mendapatkan gubal. Itu dialami CV Agung Perdana, eksportir gaharu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bertahun-tahun perusahaan yang berdiri pada 1980 itu mengekspor gubal berwarna cokelat kehitaman dalam bentuk chip. Chip adalah gubal berbentuk tak beraturan dengan panjang bervariasi 10-15 cm berdiameter 4-6 cm. Aroma kuat dan tajam menyebabkan chip dipilih sebagai bahan baku pengharum. Ini permintaan pasar Timur Tengah.

Menurut H. Faisal Bagis, pemilik CV Agung Perdana, untuk mendapatkan gubal sekarang sulit. Dulu, pada 1998 CV Agung Perdana mengekspor gaharu dengan komposisi: 80% gubal dan 20% kemedangan. Kondisi itu kini berbalik 180 derajat. Dari kuota ekspor 8 ton per tahun, 80% kemedangan dan 20% gubal. 'Susah kalau terus berharap mendapatkan gubal alam,' ungkap Faisal.
Tinggal antar

Jika pekebun mampu melewati beragam rintangan mengantongi laba besar bukan angan-angan. Banyak eksportir dan penampung gaharu siap menyerap. Taufik Murad, penampung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, rutin menjemput gaharu pekebun melalui kaki tangannya yang berjumlah belasan orang.

Pengelola restoran khas makanan Lombok itu tidak mengolah gaharu itu. Ia langsung mengirimkan 50--100 kg per bulan gaharu ke eksportir langganan di Jakarta dan Surabaya. Taufik memang beroperasi di Nusa Tenggara Barat. Pekebun di luar itu tidak perlu cemas. Masih banyak penampung gaharu. Data Asgarin menyebutkan ada 41 penampung berizin resmi. Mereka tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Papua.

Soal harga beli? Menurut Joni Surya meskipun eksportir dan penampung banyak, sebagian besar tidak mau terang-terangan mengekspos harga. Harap mafhum bisnis ini menyangkut nilai uang cukup besar. 'Perdagangan gaharu persis perdagangan sarang walet sebelum tahun 1990-an. Sifatnya tertutup, standar harga kurang jelas karena keragaman kualitas sangat tinggi,' ujar ketua Gaharu 88, pelopor penanaman pohon gaharu di Bengkulu.

Yang seringkali terjadi adalah proses tawar-menawar harga yang alot. 'Gaharu itu dibeli aromanya, jadi tidak bisa tidak perlu dilihat barangnya. Bahkan kalau perlu dites,' ungkap Taufik. Data Asgarin dapat menjadi acuan. Harga mutu gaharu tertinggi, gubal double super atau super A per kg Rp10-juta-Rp15-juta. Berikutnya gubal super tanggung Rp4-juta-Rp5-juta/kg. Yang terendah disebut teri, rata-rata Rp100.000/kg.

Pekebun tak perlu berkecil hati meskipun sejauh ini paling pol hasil gaharu budidaya sebatas kemedangan yang harga jual di tingkat pekebun Rp500.000-Rp1-juta/kg. Dengan mutu serupa, pekebun-pekebun gaharu budidaya di Vietnam terus menggenjot mutu gaharu lewat berbagai teknologi. Ini bisa ditiru pekebun di tanahair karena bukan mustahil suatu saat gubal super yang harganya top diperoleh dari budidaya relatif singkat. 'Ini sedang kami teliti di Vietnam,' kata Prof Robert A Blanchette, periset gaharu dari University of Minnesota Amerika Serikat, melalui surat elektronik.
Pasar terbuka

Menurut ketua Asgarin Dr Faisal Salampessy SH, permintaan terhadap gaharu terus meningkat karena bejibun kegunaannya. 'Setiap agama di dunia mensyaratkan wangi gaharu yang dibakar sebagai sarana peribadatan. India dan China paling besar menyerap untuk kemenyan,' kata doktor perencana keuangan Universitas New Delhi di India itu.

Selain agama, pola hidup juga berpengaruh. Di Timur Tengah gaharu menjadi kebutuhan pokok. 'Masyarakat Arab menggunakan gaharu untuk siwak atau menggosok gigi agar mulut tidak bau. Kondisi iklim panas dan kegemaran mengkonsumsi daging membuat tubuh mereka bau menyengat sehingga gaharu juga dipakai untuk pengharum,' kata Dr Afdol Tharik Wastono SS MHum, dosen Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Saat ini Indonesia menjadi produsen gaharu terbesar di dunia. Total ekspor gaharu Indonesia ke negara-negara Asia seperti Taiwan mencapai 92.188 kg. Jumlah itu naik dibandingkan 2005 (70.335 kg) dan 2004 (32.365 kg). Mayoritas yang diekspor kemedangan. Untuk pasar Timur Tengah terjadi penurunan ekspor: 2006 (39.400 kg), 2005 (67.245 kg). Musababnya mereka ingin gubal super yang sulit diperoleh.

Sebab itu yang mengeluh kekurangan bahan baku bukan cuma Taufik Murad. CV Ama Ina Rua, eksportir di Jakarta juga kekurangan pasokan gaharu. Menurut Faisal Salampessy, direktur, berapa pun produksi akan diserap. Perusahaan yang berdiri pada 2000 itu kini hanya mengekspor 2-3 ton dari semula 5,6 ton per bulan gaharu ke Singapura.

Menurut Joni Surya ke depan gaharu budidaya yang diperjualbelikan. 'Seberapa lama alam bisa menyediakan gaharu?' tanyanya. Apalagi di masa mendatang kebutuhan gaharu sebagai aromaterapi dan obat meningkat. Sebagai obat faedahnya antara lain antiasma, antimikroba, serta hepatitis. Itu karena gaharu mengandung 17 senyawa aktif seperti agarospirol, aquilochin, dan noroksoagarofuran.

Substansi aromatik dalam gubal termasuk golongan sesquiterpena yang hingga kini belum dapat dibuat sintetisnya. Baru-baru ini sebuah perusahaan parfum terbesar di Jerman mengundang para peneliti tanahair melakukan uji DNA untuk mengetahui pencetus aroma gaharu. 'Mereka berkepentingan karena selama ini tidak pernah kebagian bahan baku yang selalu habis terserap pasar Timur Tengah,' ungkap Dr Teuku Tadjuddin, kepala seksi Bioteknologi Puspiptek Serpong di Tangerang.

Pantas jika penanaman gaharu terus meluas. Apalagi harga jual terus melambung. Jika pada 2001 gaharu super per kg Rp4-juta-Rp5-juta, saat ini Rp10-juta-Rp15-juta. Demikian pula harga gubal kelas AB yang cuma Rp2-juta-Rp3-juta, saat ini Rp4-juta-Rp5-juta per kg.

Gaharu 88 di Bengkulu mengkoordinir 42 kelompok tani untuk penanaman gaharu hingga 95.000 pohon. Begitu juga Asgarin yang mewajibkan setiap anggotanya menanam minimal 2 hektar gaharu. H Mahmuddin memilih bermitra dengan para pekebun. Setiap tahun Mahmuddin memperluas lahan penanaman rata-rata 5-10 hektar. Laba besar yang didapat menjadi daya tarik pekebun.

Dengan niat konservarsi Universitas Mataram (Unram) melalui Gaharu Center mengkampanyekan penanaman gaharu. Salah satunya menghijaukan hutan lindung di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dari lahan seluas 225 hektar, 132 hektar di antaranya sudah ditanami lebih dari 100.000 pohon gaharu. 'Gaharunisasi ini juga dilakukan di kampus,' ujar Dr Sudirman, dekan Fakultas Pertanian Unram. Jika bisnis dan konservasi sudah bisa sejalan seia sekata, apalagi yang harus tunggu? Sebagaimana pepatah, Ah sudah gaharu cendana pula, sudah tahu bertanya pula. (Dian Adijaya S/Peliput: Karjono, Faiz Yajri, Tri Susanti, Nesia A, dan Sardi Duryatmo)

Sabtu, 13 Desember 2008

PEMODAL DIKEHENDAKI SEGERA



Pemodal dikehendaki dengan segera untuk membantu kami mengambil alih kilang pembuatan minyak gaharu dan pembuatan stanggi (makmul). sila hubungi 013-3707271 / 019-3958800

Selasa, 04 November 2008

AKTIVITI TERKINI GAHARUMAN ( NOV 2008 )




Gaharuman telah melakukan suntikan Inokulan terhadap pokok-pokok gaharu di negeri Terengganu. Bermula di Sg. Bari di Daerah Setiu, Daerah Hulu Terengganu sehingga sampai di Daerah Dungun. Sebanyak 14 batang pokok seusia 40tahun sehinggalah 100 tahun lebih. Kami menggunakan Inokulan cair teknologi negara jiran. Kami bersedia untuk melakukan suntikan terhadap pokok-pokok gaharu di seluruh Malaysia jika ada permintaan. Untuk pertanyaan lanjut sila hubungi kami dengan segera.

Senin, 20 Oktober 2008

SEMINAR USAHAWAN GAHARU MALAYSIA

SEMINAR DAN LATIHAN INDUSTRI GAHARU

ATAS SEBAB SEBAB TEKNIKAL

(DI TUNDA KE TARIKH YG AKAN DI BERITAHU KELAK)


IKUTILAH - ANDA PASTI TIDAK AKAN RUGI! PENDEDAHAN YANG TERBAIK & MENDALAM KERANA KAMI MEMANG PAKAR DALAM INDUSTRI GAHARU

ATAS PERMINTAAN RAMAI KAMI GAHARUMAN RESOURCES
mempersembahkan

SEMINAR DAN LATIHAN
BUDIDAYA & AGROBISNIS GAHARU

Tarikh :
Hari :
Tempat :
Yuran Penyertaan :

Jurulatih Pakar dari Indonesia

Modul Latihan termasuk

1. Teknik budidaya gaharu yang betul.

2. Teknologi strategi peningkatan produksi gaharu secara lestari

3. Teknik Inokulasi gaharu

4. Agrobisnis gaharu.

PRAKTIKAL
Memperbanyakan benih gaharu unggul Malaysia melalui kaedah stek
( anda boleh buat benih unggul sendiri )
Teknik penyuntikan inokulan secara praktikal di pokok gaharu.
Melihat kesan suntikan inokulan setelah 3 bulan disuntik
Khidmat nasihat terus dari pakar ( Pak Joner )

Pendaftaran dibuka sekarang!!!!
Daftar awal

sila masukan yuran penyertaan ke dalam akaun MAYBANK atas nama
GAHARUMAN RESOURCES No : 512035000557

dan Faxkan slip tersebut ke 03-32693409

Untuk maklumat lanjut sila hubungi kami MAT- 013-3707271

Kamis, 16 Oktober 2008

Pegawai FRIM tinjau hasil kerja Gaharuman


14-Oktober 2008, Dr. Abd Rasip Bin Abd Ghani, Pegawai Penyelidik kanan FRIM telah membuat lawatan ke Pohon Gaharu yang telah disuntik oleh Gaharuman di Raub Pahang. Dalam tinjauan tersebut beliau telah memberi pandangan dan komen mengenai keadaan pohon tersebut. Ada pohon-pohon yang menunjukan keadaan yang sangat memberangsangkan. Beliau sangat berharap agar kerja-kerja ini dapat diteruskan dan beliau memberi sokongan kepada Gaharuman. Kami mengucapkan terima kasih atas sokongan dan pandangan beliau sebagai Pegawai FRIM.

Kamis, 09 Oktober 2008

MINYAK GAHARU & TERAS GAHARU


Kami mencari minyak gaharu yang terbaik dan teras Gaharu gred 'AAA' . Ada pembeli dari Dubai
Sila telefon kami 0133707271. mat . SILA NYATAKAN HARGANYA
(gambar hiasan)

Minggu, 05 Oktober 2008

Tanam Gaharu dan Penen Hasilnya

Untuk maklumat para peminat gaharu di Indonesia.

Kami menjalankan perniagaan

1.Membekal bibit gaharu
2. inokulan gaharu
3. pelatihan gaharu di seluruh Indonesia
4. Suntikan inokulan gaharu di seluruh Indonesia.

Kami mempunyai stok bibit gaharu unggul. Sesiapa yang berminat boleh email di : gaharuman@yahoo.com atau hubungi terus atau sms saya +60193958800 Malek. Kebon bibit kami di Bogor, Jawa Barat.

Jumat, 26 September 2008

PENGEDAR INOKULAN GAHARU

GAHARUMAN MEMBUKA TAWARAN BAGI USAHAWAN BAGI MENGEDARKAN DAN MEMPERKANALKAN PRODUK TERBARU KAMI IAITU GMI 1. SESIAPA YANG BERMINAT SILA HUBUNGI KAMI SEGERA. JADILAH RAKAN NIAGA BERSAMA KAMI. MAJULAH INDUSTRI GAHARU NEGARA

Rabu, 24 September 2008

Senin, 15 September 2008

INOKULAN GAHARU


Gaharuman melangkah kehadapan dalam meningkatkan industri gaharu negara kerana telah berjaya mencipta Inokulan . Inokulan ini adalah kajian anak tempatan dan sangat sesuai untuk pokok-pokok gaharu di Semenanjung Malaysia, Sabah, Serawak dan juga Indonesia.
Dengan adanya Inokulan ini mudah-mudahan dapat membantu masyarakat dan pencinta gaharu untuk meningkatkan ekonomi. Inokulan ini juga telah terbukti hasil tindak balasnya keatas pohon gaharu yang disuntik. Kami membuka kepada masyarakat yang ingin menggunakan Inokulan ini supaya hadir ke Seminar dan latihan di Kerdau Temerloh Pahang pada 29 - 30 November 2008 nanti. Kepada yang berminat sila buat tempahan awal.

Sila hubungi kami di 013-3707271 / 019-3958800

Keterangan gambar
Inokulan Gaharu - 1 liter

HASIL SUNTIKAN INOKULAN - SUMBER MAJALAH TRUBUS


WANGIAN DARI KEBUN

Untuk memperoleh 21 kg gubal gaharu, Adi Saptono tak perlu menjelajah hutan yang menguras tenaga. Ia cukup menebang 3 pohon di kebunnya setahun pascainsersi. Dari penjualan gubal itu, total pendapatannya Rp52-juta.
(RM 21 000.00)

Adi Saptono memang mengebunkan 10 ha gaharu masing-masing terdiri atas 400 pohon per ha. 'Di halaman belakang rumah ada 200 pohon,' kata pekebun di Pangkalpinang, Bangka-Belitung itu. Gaharu-gaharu di kebun itulah yang ia panen setelah setahun disuntik cendawan. Pohon-pohon lain anggota famili Thymelaeceae itu menyusul panen pada bulan mendatang. Adi tak perlu repot memasarkan gaharu. Soalnya, importir asal Taiwan mendatangi rumahnya. 'Importir itu malah minta pasokan rutin 10 ton sehari,' katanya.

Johny Wangko, pekebun lain yang mencecap bisnis gaharu. Maret 2008, memasarkan 15 kg kamedangan-gubal gaharu kelas 3. Produktivitas gaharu Aquillaria malaccensis rata-rata 2 kg per pohon setinggi 4 m. Dengan harga Rp1,3-juta/kg , Johny Wangko mengantongi Rp20-juta. Padahal, 6 tahun silam ketika hendak mengebunkan gaharu, rekannya meragukan. 'Saya saja tak pernah panen,' kata karibnya itu yang menanam 60 pohon di Bogor dan Sukabumi, keduanya di Jawa Barat.

Di Bogor ia menanam 7 jenis gaharu seperti Aquillaria filaria dan A. cumingiana dari Seram, A. hirta (Batam), A. malaccensis (Kalimantan Selatan), dan A. crassna (Indocina). Selain di sana, Johny juga mengebunkan gaharu di Desa Serdang, Bangka Selatan, sebanyak 140 pohon. 'Yang di Sukabumi untuk tabungan saya, jadi dipanennya nanti saja kalau sudah tua,' kata pria 59 tahun itu.

Marak

Lima tahun terakhir memang banyak orang mengebunkan pohon penghasil gaharu. Di Kubangan, Riau, ada Rama yang mengebunkan 4.000 gaharu di lahan 4 ha. Nun di Dusun Hena, Flavo, Kecamatan Sentani Tengah, Papua, Doren Woku menanam 50 gaharu beringin Aquillaria filaria di halaman rumah. Selain di halaman rumah, ayah 3 anak itu juga menanam 100 pohon di kebun di Siklop, Sentani. Sekarang umur pohon 4 tahun dan siap disuntik cendawan.

Pekebun-pekebun lain tersebar di berbagai kota seperti Mataram, Sanggau, dan Bengkulu Utara. Mengapa mereka mengebunkan gaharu? Harga jual tinggi-mencapai Rp30-juta per kg-menjadi daya tarik utama. Siapa tak tergiur harga selangit itu? Itulah sebabnya banyak pemburu mencari gaharu di hutan. Akibatnya, populasi pohon penghasil gaharu di alam pun semakin menyusut. Beberapa spesies seperti Aquillaria malaccensis kini termasuk appendix II oleh Convention on International Trade of Endangered Species Wild Flora and Fauna (CITES).

Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk menyiasatinya adalah dengan budidaya . Itu bukanlah hal mudah. Maklum, selama ini tak ada yang memanen gaharu di kebun. Nah, Johny Wangko dan Adi Saptono termasuk pekebun pertama yang menikmati manisnya memanen gaharu.

Menurut Dr Erdy Santoso, periset gaharu di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, membudidayakan gaharu mempunyai banyak kelebihan ketimbang mengambil di alam.

Di alam, cendawan baru dapat masuk ke jaringan tanaman ketika ada 'pintu masuk', misalnya cabang patah diterjang angin. Masalahnya, menunggu cabang patah tak menentu. Bandingkan bila pekebun

membudidayakan gaharu. Kapan pun mau, pekebun dapat menyuntikkan cendawan ke pohon dewasa-minimal 5 tahun. Selain itu Departemen Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) juga membatasi jumlah penjualan gaharu alam di dalam negeri dan mancanegara.

Dari tahun ke tahun, kuota ekspor gaharu cenderung menurun. Pada 2000, kuota jenis A. filaria mencapai 200 ton dan A. malaccensis 225 ton. Pada 2005, kuota anjlok masing-masing menjadi 125 ton dan 50 ton. Ketika populasi menipis di hutan, sementara pasar terbentang luas, membudidayakan gaharu solusi terbaik. Apalagi tak mungkin mengandalkan pasokan gaharu dari hutan lantaran regulasi itu. Menurut Erdy penampilan gaharu alam dan budidaya relatif sama. Untuk mengawasi peraturan itu BKSDA rutin menyambangi kebun gaharu milik masyarakat.

Kuota

Menurut Ir Agus Djoko Ismanto, periset gaharu Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, pasar gaharu tak terbatas. Johny Wangko, eksportir juga mengatakan hal serupa. 'Importir Taiwan siap menampung berapa pun banyaknya,' katanya. Sayang, karena jumlah pohon masih sedikit, Johny tak sanggup memenuhi permintaan Taiwan.

Syaswirizal dari CV Aroma, eksportir gaharu sejak 1995, juga kelimpungan mencari pasokan gaharu untuk melayani total permintaan 140 ton per tahun. Ia hanya sanggup memasok 40 ton. Pasar yang menyerap gaharu adalah Singapura (75%), Timur Tengah (17%), dan Taiwan (5%). Selebihnya terserap pasar Hongkong, Jepang, dan Malaysia, 'kata Muhammad Faisal Salampessy, eksportir gaharu.

Di Arab Saudi, misalnya, gaharu menjadi kebutuhan rutin setiap rumahtangga. 'Sehabis membersihkan rumah, menyambut kedatangan tamu, atau pada perayaan-perayaan khusus, mereka pasti membakar gaharu sebagai pengharum,' kata Agus Djoko Ismanto. Negeri kaya minyak itu menghabiskan 2,5-miliar real atau setara US$667-juta setahun untuk pengadaan 500 ton gaharu. Itulah sebabnya banyak orang Indonesia yang umroh-ke Mekkah- menenteng 2-3 kg gaharu kelas kacangan untuk dijajakan di sana. Gubal gaharu laku 800-1.000 real setara Rp2-juta-Rp2,5-juta per kilogram.

Penjualan gaharu langsung juga marak ke Singapura dan Malaysia. 'Dalam sehari bisa keluar sampai 100 ton gaharu ke Singapura,' kata Johny. Hal itu juga berpengaruh terhadap pergerakan harga. Harga gaharu super, misalnya, semula Rp15- juta per kg, kini Rp30-juta. Gaharu super berwarna hitam pekat dan tenggelam bila dimasukkan dalam air. Itu lantaran tingginya permintaan, tapi kuota terbatas.

Jangankan gubal, sisa kerikan kayu gaharu saja laku Rp100.000 per kg. Bahkan suloan alias abu bekas kerikan terjual Rp25.000 per kg. Suloan dimanfaatkan untuk membuat minyak bermutu tinggi. Untuk membuat 100 ml parfum biasanya dibutuhkan 100 cc minyak mawar atau minyak melati. Dengan minyak gaharu cukup 5 cc saja, dan bisa bertahan sampai 6 hari. 'Makanya, semua parfum mahal pasti mengandung gaharu,' kata Erdy.

Harga minyak gaharu cukup tinggi berkisar US$150-US$200 per 10 cc. Malahan ampas hasil sulingan minyak pun bisa dimanfaatkan sebagai obat nyamuk. Di pasaran, ampas itu dihargai Rp8.000-Rp10.000 per kg. Sedangkan air bekas sulingan minyak sebagai pupuk. Dengan banyaknya nilai tambah dari gaharu, wajar jika harga gaharu semakin menjulang. Untuk itulah saatnya kini membudidayakan gaharu. (Lani Marliani/Peliput: Destika Cahyana)

Suntikan Inukolan - Sumber Majalah Trubus Indonesia


Setahun Panen Gaharu

Lubang itu teramat mungil: diameter 2 mm dan kedalaman 5 mm. Bekas gerekan serangga Zeuzera conferta di batang karas itu menjadi gerbang bagi cendawan penghasil gaharu. Dengan lubang mini itulah justru Erdy Santoso memanen gaharu hanya dalam waktu setahun; lazimnya, 3 tahun pascapenyuntikan.

Erdy Santoso, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam itu menerapkannya di beberapa pohon karas Aquillaria malaccensis milik Johny Wangko. Setahun kemudian pada penghujung Maret-April 2008, Johny memanen 15 kg kamedangan. Kamedangan adalah gaharu kelas tiga yang dijual US$150 setara Rp1,35-juta per kg. Artinya pekebun gaharu di Desa Serdang, Bangka Selatan, itu meraup omzet Rp20-juta dari penjualan 15 kg kamedangan.

Yang menggembirakan tentu saja bukan hanya uang segunung itu. Namun, bagi Johny adalah singkatnya waktu panen yang Cuma setahun. Bandingkan dengan pekebun lain yang panen 2-3 tahun pascapenyuntikan cendawan. Singkatnya waktu panen itu berkat inspirasi serangga Zeuzera conferta yang membuat lubang mini di permukaan batang karas alias gaharu. Selama ini teknologi untuk menginokulasi gaharu dengan cara menggergaji batang sedalam 1 cm secara zigzag.

Perbanyak lubang

Pekebun yang menerapkan teknologi lubang besar berkedalaman 1/3 diameter batang itu baru dapat menuai gaharu setelah 3 tahun. Menurut Dr Irnayuli R Sitepu, ahli bakteri, lubang besar memudahkan masuknya berbagai serangga dan jasad renik lain yang bersifat patogen. Lubang besar juga memicu pohon lapuk. 'Akibatnya pohon busuk dan mati,' ujar doktor alumnus Hokaido University itu. Lubang kecil justru mempunyai banyak kelebihan.

Pertama karena menghemat inokulum alias cendawan yang akan disuntikkan ke dalam lubang. Menurut Ir Ragil SB Irianto MSc, ahli gaharu, lubang 2 mm memerlukan 1 cc inokulum; lubang 1 cm 5 cc. Inokulum dijajakan dalam kemasan 300 cc dengan harga Rp50.000. Lubang kecil memang mengakibatkan lamanya waktu virulensi. Oleh karena itu, 'Saya perbanyak jumlah lubang,' kata Erdy.

Pohon setinggi 4 m, misalnya, terdiri atas 300 lubang. Erdy membuat lubang-lubang itu dengan bor. Poros lubang zigzag dengan jarak 5-10 cm agar, 'Gaharu yang terbentuk berkumpul dan membentuk lingkaran,' ujar peneliti gaharu sejak 1984 itu. Dengan lubang zigzag, praktis semua bagian pohon terinfeksi cendawan yang pada akhirnya membentuk gaharu.

Ahli patologi hutan itu juga menyuntikkan cendawan di bagian akar. Ia menggali akar yang terpendam dalam tanah dan mengebornya. Cara dan jarak pengeboran sama dengan pembuatan lubang di batang. Setelah cendawan disuntikan ke akar, ia menutupnya dengan parafi n untuk mencegah masuknya mikroorganisme patogen.

Cendawan top

Rahasia sukses panen cepat gaharu itu juga berkat cendawan unggul koleksi Erdy. Pria 50 tahun itu mengumpulkan cendawan dari 17 provinsi seperti Jambi, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat. Dari 23 cendawan yang biasa menginfeksi gaharu, Erdy menemukan 4 unggulan. Semua bergenus Fusarium. Sayang, Erdy enggan mengungkap spesies cendawancendawan itu lantaran tengah dipatenkan.

Perpaduan antara cendawan dan teknik suntik terbaru itu menghasilkan proses infeksi lebih cepat. 'Sebulan setelah penyuntikan, sekitar lubang sudah tampak kehitaman,' kata Johny Wangko yang menerapkan temuan Erdy. Setahun kemudian, 1-2 kg resin gaharu bisa dipanen. Kayu terinfeksi itu berwarna hitam dengan gurat-gurat putih samar. 'Jika dibiarkan 1-2 tahun lagi, gaharu yang terbentuk akan lebih banyak dan lebih hitam,' katanya.

Menurut Drs Yana Sumarna MSi, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, proses terbentuknya gaharu akibat pohon terluka dan terinfeksi patogen. Mekanisme proses fi siologis terbentuknya gaharu dimulai dari masuknya mikroba penyakit ke dalam jaringan kayu. Untuk mempertahankan hidup dan perkembangannya, mikroorganisme itu memanfaatkan cairan sel jaringan pembuluh batang sebagai sumber energi. Secara perlahan, efek hilangnya cairan sel menurunkan kinerja jaringan pembuluh dalam mengalirkan hara ke daun.

Sel-sel yang isinya sudah dikonsumsi mikroba itu akan membentuk suatu kumpulan sel mati pada jaringan pembuluh. Akibatnya, fungsi daun dalam memproses hara menjadi energi pun terhenti sehingga daun menguning dan tanaman mati. Secara fisik, cabang dan ranting mengering, kulit batang pecah, dan mudah dikelupas. Kondisi itu merupakan ciri biologis pohon yang menghasilkan gaharu. Singkatnya, gaharu terbentuk sebagai hasil respon tanaman terhadap infeksi patogen, luka, atau stres. (Lani Marliani)

LAWATAN KE KEBUN GAHARU DI JAWA BARAT



Pada 24 Ogos 2008, semasa lawatan kami ke Indonesia, kami sempat melawat kebun gaharu di Bogor. Pohon-pahon ini berusia 7 tahun, telah disuntik Inukolan dan sedang menunggu masa untuk di tuai. Ada beberapa pohon yang sedang berbuah dan dijangka akan mengeluarkan benih gaharu unggul pada bulan Disember nanti. Gaharu unggul ? Ya, gaharu unggul kerana benih asal adalah benih terpilih dan akan mengeluarkan benih unggul F3. Semoga di tahun akan datang kita (Malaysia) mempunyai kebun benih unggul untuk masa depan anak bangsa kita. Kami GAHARUMAN RESOURCES sedia bekerjasama dengan pihak kerajaan dan jabatan untuk menghasilkan kebun benih unggul. Sekian

Rabu, 13 Agustus 2008

TERKINI!!! HASIL SUNTIKAN INUKULAN DI RAUB






Assalammualaikum dan salam sejahtera rakan-rakan gaharu.

Pada 13 Ogos 2008, En. Mat Hasbollah dan 3 pemilik pohon gaharu yang disuntik di Raub Pahang telah pergi melihat han meninjau hasil suntikan yang yang lepas. Kami sampai pada jam 11 pagi dan terus melihat hasil suntikan.
Untuk kita melihat hasil suntikan cukup sekadar mengoyak beberapa tempat di pohon dan melihat penembangan hasil suntikan. Hasil penelitian kami dan pada pengamatan kami, pohon yang disuntik tersebut cukup positif. Kami mengambil semple kayu yang disuntik dan kami bakar untuk mendapatkan baunya. Sungguh positif.
Kami yakin dengan inukulan yang digunakan dan kami akan mula keluarkan inukulan tersebut untuk di jual kepada umum. NANTIKAN!!!

TERKINI!!!



Gaharuman team telah melakukan kerja penyuntikan inukulan pada pohon gaharu di Masjid Tanah, Melaka milik En. Teow dan rakan - rakan.

AKTIVITI GAHARUMAN TERKINI



Assalammualaikum dan salam sejahtera para sahabat dan pencinta Gaharu.

Kami bertekad untuk memajukan dan mengembangkan industri gaharu di Malaysia.
Bagi menjamin terjadinya teras pada pohon gaharu yang telah disuntik, sebelum inukulan digunakan kita mestilah memastikan inukulan yang hendak digunakan berada dalam keadaan baik. Ini penting kerana ia mamainkan peranan dalam usaha menjadikan teras gaharu.

Pada 30 Julai 2008 kami telah melakukan penyuntingkan pada pohon gaharu
di Kerdau, Temerloh Pahang milik En Abdullah sebanyak 3 pohon.

Kamis, 07 Agustus 2008

SEMINAR DAN LATIHAN INDUSTRI GAHARU

ATAS PERMINTAAN RAMAI KAMI GAHARUMAN RESOURCES
mempersembahkan

SEMINAR DAN LATIHAN
BUDIDAYA & AGROBISNIS GAHARU

Tarikh : 29 Nov - 30 Nov 2008
Hari : Sabtu - Ahad
Tempat : Kerdau Temerloh Pahang.
Yuran Penyertaan : RM 1200.00

Jurulatih Pakar dari Indonesia

Modul Latihan termasuk

Memperbanyakan benih gaharu unggul Malaysia melalui kaedah stek
( anda boleh buat benih unggul sendiri )
Teknik penyuntikan inokulan secara praktikal di pokok gaharu.
Melihat kesan suntikan inokulan setelah 3 bulan disuntik
Khidmat nasihat terus dari pakar ( Pak Joner )

Pendaftaran dibuka sekarang!!!!
Daftar awal

sila masukan yuran penyertaan ke dalam akaun MAYBANK atas nama
GAHARUMAN RESOURCES No : 512035000557

dan Faxkan slip tersebut ke 03-32693409

Untuk maklumat lanjut sila hubungi kami MAT- 013-3707271
MALEK 0193958800

Jumat, 04 Juli 2008

Khidmat Suntikan Pohon Gaharu


Gaharuman Resources sedang menjalankan khidmat suntikan pohon gaharu yang telah matang di seluruh Semenanjung Malaysia. Kepada sesiapa yang ingin pohonnya disuntik sila hubungi kami di talian hotline - 013-3707271.

Minggu, 22 Juni 2008

Jumat, 20 Juni 2008

Kami telah terima banyak panggilan telefon supaya mengadakan satu lagi seminar budidaya gaharu. Terlebih dahulu kami mengucapkan terima kasih atas sokongan anda dan kepercayaan terhadap kami. InsyaAllah kalau diizinkan Allah kami akan mengadakan seminar lagi.

Minggu, 15 Juni 2008

SEMINAR BERJAYA


14 Jun 2008 (Sabtu) Seminar Agrobisnis Budidaya & Industri Gaharu telah berjaya di adakan di Hotel Putra KL dalam keadaan penuh keakrapan. Sebanyak 24 peserta seminar yang terdiri dari individu, syarikat, pengusaha gaharu, cendekiawan dan agensi kerajaan telah turut menyertai seminar tersebut. Pihak kami menyucapkan jutaan terima kasih kepada En. Mohd Anuar Bin Sadri selaku Penolong Pengarah Operasi Jabatan Pertanian Selangor yang telah sudi merasmikan dan mengikuti seminar sehingga tamat. Dalam ucapan perasmian beliau menyarankan supaya ditubuhkan satu persatuan antara pengusaha, masyarakat dan peniaga gaharu untuk bersama-sama dalam menjadikan Malaysia sebagai pengeluar gaharu yang berkualiti di dunia.

Selasa, 10 Juni 2008

Seminar Agrobisnis Gaharu


Majlis perasmian seminar akan disempurnakan oleh



Y.B. TUAN YAAKOB BIN SAPARI
Exco KERAJAAN NEGERI SELANGOR

PENGERUSI JAWATANKUASA TETAP PEMODENAN PERTANIAN, PENGURUSAN SUMBER ALAM
DAN PEMBANGUNAN USAHAWAN.

terkini jam 10.00pagi; bapak joner dari jakarta telah selamat tiba di kuala lumpur. esok beliau bersedia untuk menyampaikan seminar.

Terkini jam 700malam: Y.B yaakob bin sapari tidak dapat hadir untuk merasmikan acara seminar. beliau menggantikan acara perasmian menteri besar selangor. menteri besar melakukan lawatan ke dubai. haraf maklum.
tuan mohd anuar akan menyempurnakan acara perasmian.

tETAMU UNDANGAN:

tUAN mOHD ANUAR BIN SADRI
penolong PENGARAH OPERASI,
JABATAN PERTANIAN SELANGOR.



pihak kami berbesar hati atas kesudian Y.B untuk merasmikan seminar tersebut. acara perasmian akan dimulakan pada jam 9.00pagi.

Kamis, 29 Mei 2008

Lagi Berita Terkini Industri Gaharu

KOTA BHARU, 26 Mei - Kelantan mungkin menjadi negeri pertama di negara ini yang meneroka secara komersial industri gaharu memandangkan ladang seluas 1,000 ekar sudah ditanam dengan pokok tersebut di Gua Musang.

Pokok gaharu atau lebih dikenali sebagai depu akan meningkatkan lagi pencapaian Kelantan dalam bidang biotek.

Pengerusi Jawatankuasa Perancangan Ekonomi, Kewangan dan Kebajikan Masyarakat, Datuk Husam Musa berkata, pokok depu mampu mengeluarkan hasil sehingga mencecah RM2 juta setiap satu ekar dalam tempoh 10 tahun.


Bercakap kepada pemberita selepas merasmikan Seminar Menceburi Industri Gaharu, di sebuah hotel di sini, semalam katanya tanaman pokok depu juga secara tidak langsung dapat mengekalkan alam semulajadi.

Seramai 50 peserta yang terdiri dari golongan profesional dari beberapa negara termasuk Yaman dan Brunei hadir pada seminar berkenaan.

Husam berkata, setiap satu ekar ditanam sebanyak 400 pokok depu.

"Kerajaan negeri juga akan mengeluarkan sijil khusus sebagai hak pemilikan ladang terbabit kepada pengusahanya bagi membolehkan sebahagian tanah tersebut dijual pada harga minimum," ujarnya.

Berucap sebelum itu beliau memberitahu kerajaan negeri akan memberi penerangan kepada rakyat mengenai potensi pokok tersebut memandangkan pokok depu mempunyai dua kategori iaitu bermutu dan tidak.

"Kita tidak mahu mereka menanam pokok begitu sahaja tanpa mendapat ilmu khusus, nanti apabila sampai tempoh 10 tahun, tiba-tiba pokok itu rupanya tidak bermutu," katanya.

Beliau juga berkata, penanaman pokok depu perlu dilaku secara komersial dan bukan lagi mengekalkan kaedah tradisional memandangkan permintaannya begitu tinggi. -

Salmah Mat Husain
harakahdaily

Seminar Gaharu

Untuk Penyertaan Sila Buat Pembayaran

Bayaran hendaklah di masukan kedalam Akaun : Maybank

Atas nama Mat Hasbollah Bin Sudin . No Akaun : 162030602505

Sila tulis Nama, No Tel di atas slip dan fax kepada : 03-32698399

Atau smskan nama, alamat, no i/c, tarikh dan masa bayaran ke no 013-3707271

Penyertaan adalah terhad. Sila Daftar Awal.

Sabtu, 17 Mei 2008

SEMINAR GAHARU

SEMINAR AGROBISNIS
Budidaya & Industri Gaharu


Memperkenalkan

1. Teknik budidaya gaharu yang betul.

2. Teknologi strategi peningkatan produksi gaharu secara lestari

3. Teknik Inokulasi gaharu

3. Agrobisnis gaharu.

Tarikh : 14 Jun 2008 ( Sabtu )

Masa : 8.30pagi – 5.00 petang

Tempat : Hotel Putra KL ( Jalan Tun Razak, depan IJN )

Yuran Penyertaan : RM 600.00 – bayaran termasuk kertas seminar, minum pagi, makan tengahari, minum petang, sijil penyertaan



Bayaran hendaklah di masukan kedalam Akaun : Maybank

Atas nama Mat Hasbollah Bin Sudin . No Akaun : 162030602505

Sila tulis Nama, No Tel di atas slip dan fax kepada : 03-32698399

Atau smskan nama, alamat, no i/c, tarikh dan masa bayaran ke no 013-3707271

Pameran / Demontrasi penggredan hasil gaharu.

Khidmat nasihat selepas seminar bersama Bapak Jonner

PENYERTAAN TERHAD

Suntikan Inukulan Di Terengganu



Team Gaharuman sedang menjalankan kerja-kerja penyuntikan di Terengganu. Terengganu merupakan negeri yang mempunyai spesis gaharu yang diminati oleh orang-orang Arab. Sebanyak 12 pokok dijangka akan disuntik sepanjang Team Gaharuman di sana.

Rabu, 23 April 2008

SEMINAR DAN KURSUS GAHARU

GAHARUMAN RESOURCHES Pusat Pengembangan Gaharu Untuk Masyarakat

PENDAHULUAN

Malaysia adalah salah satu negara pengeluar gaharu terbesar di dunia disamping Indonesia. Beberapa species gaharu komersial seperti A. malaccensis, A. microcarpa, A. hirta, A. beccariana dan lain-lain ditemukan tumbuh merata di Malaysia. Perhatian Pihak Kerajaan, Swasta dan Masyarakyat dalam usaha pengembangan gaharu (depu) telah mulai dilakukan secara intensif sejak beberapa tahun terakhir. Namun usaha tersebut belumlah sebanding dengan eksploitasi hutan alam tropis dan perburuan gaharu di hutan alam.

GAHARUMAN team adalah salah satu kelompok pemerhati depu yang telah mencuba melakukan upaya konservasi dan produksi gaharu melalui teknik inokulasi secara buatan. inokulasi gaharu yaitu produksi depu dengan bantuan teknologi telah dilakukan pada pohon dan menunjukkan hasil yang baik di kebun masyarakat Kelantan dan Pahang.

Permintaan (demand) dan produksi (suplay) depu dalam 2 dekat terakhir ini sangatlah tidak seimbang. Hal ini dikarenakan, produk depu masih berasal atau diproduksi secara alamiah dari hutan alam. Permintaan pasar internasional sangat tinggi terhadap komoditi depu ini. Depu adalah keperluan utama untuk acara kebudayaan masyarakat muslim Timur Tengah. . Sedangkan Jepun, Korea, Taiwan, Cina dan Eropa selain untuk industri parfum, kosmetik, juga untuk obat-obatan. Untuk memenuhi permintaan ekspor, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi gaharu secara serius. Hal ini dapat dicapai melalui upaya Budidaya dan alih teknologi produksi gaharu. Diharapkan penguasaan informasi ini akan mendukung usaha kerajaan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah input pendapatan negara.

GAHARUMAN berinisiatif mengajak masyarakat baik pengembang, peneliti ataupun pengusaha untuk mendapatkan informasi teknologi melalui pelatihan yang berjudul “Budidaya dan Teknik Inokulasi Gaharu”.

Tujuan

1. Memperkenalkan dan mendiskusikan beberapa metode yang terkait dengan budidaya gaharu

2. Alih teknologi tentang strategi peningkatan produksi gaharu secara lestari.

3. Teknik inokulasi gaharu

4. Agro bisnis gaharu

Kandungan

Kursus akan disampaikan oleh badan yang bertanggongjawab menyelidik pengembangan dan pembangunan gaharu di Indonesia.

Melalui kursus ini, peserta akan mengetahui cara menenal pasti benih yang baik, cara penanaman yang betul, cara pemeliharaan yang betul .

Alih teknologi inokulasi gaharu yaitu induksi pembentukan gaharu pada pohon dengan menggunakan inokulum cendawan yang paling baik.

Peserta akan didedahkan tentang peluang bisnis gaharu, mempelbagaikan produk gaharu, pasaran gaharu dan masa depan bisnis gaharu.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kursus ini akan diadakan pada 14 Jun 2008 ( Sabtu ) 9.00 pagi – 4.30 petang di Hotel Putra Kuala Lumpur

Untuk keterangan lanjut sila hubungi kami atau sms ke

gaharuman@yahoo.com

hotline 013-3707271 - Mat Hasbollah






Sabtu, 19 April 2008

SEMINAR GAHARU PADA 14 JUN 2008

Kursus Budidaya & Industri Gaharu akan di adakan pada : 14 JUN 2008
Pakar dari sebuah badan penyelidik Indonesia akan memberikan pembentangan.
Semua agensi kerajaaan dan swasta serta individu dijemput ke acara tersebut.
Sila hubungi Mat Hasbollah di 013-3707271

Jumat, 18 April 2008

Lawatan ke Pusat Perdagangan Gaharu di Singapore



GaharuMan Team telah membuat lawatan ke pusat perdagangan gaharu terbesar di Asia iaitu di Singapore. Ribuan tan gaharu pelbagai Gred berada di sebuah Komplek di sana. GaharuMan bergambar bersama salah seorang pemilik gudang gaharu bernama Abd Aziz.

Kamis, 17 April 2008

AGARWOOD UNTUK DIJUAL

GAHARU / AGARWOOD ASLI KELANTAN PELBAGAI GRED UNTUK DIJUAL
STOK ADA 15KILO
SILA HUBUNGI HOTLINE : 013-3707271 - MAT HASBOLLAH
GAHARU SEPERTI DALAM GAMBAR DI ATAS.

Kamis, 03 April 2008

Berita Terkini


Gaharuman mengucapkan jutaan terima kasih kepada semua pengunjung blog kami dan kepada semua yang sudah terlibat memberi kepercayan kepada perkhidmatan kami. Gaharuman terus komited untuk menjadikan industri gaharu sebagai salah satu industri yang akan menyumbang kepada rakyat dan pendapatan negara.
InsyaAllah gaharuman akan menubuhkan sebuah pusat latihan dan penyelidikan gaharu di Kelantan. Doakan semoga berjaya.
Terbaru- gaharuman sedang berusaha mencari pasaran gaharu seluruh dunia. Ini perlu kerana dijangkakan 2 tahun lagi gaharu hasil suntikan akan berhasil. Gaharuman bercita-cita untuk menjadi pengekspot gaharu utama negara.
Kami mempunyai gaharu kelas biasa untuk dijual. Ia berbentuk seperti biawak. Sesiapa yang berminat sila hubungi kami di 013-3707271.

Sabtu, 02 Februari 2008

Hasil Suntikan



Baru seminggu suntikan hasil serangan inukulan telah kelihatan. Ia memang menghairankan kami. Inukulan cecair memang lebih aktif daripada inululan berbentuk padat.

Jumat, 25 Januari 2008

Sekitar gambar di Raub Pahang

















Team GaharuMan bersama tuan pohon gaharu. Kelihatan kerja pengeboran sedang dijalankan. Penyuntikan dilakukan setinggi 50 kaki.

Kamis, 24 Januari 2008

BUDIDAYA GAHARU

Budidaya gaharu terdiri dari beberapa tahap kegiatan atl.:

· Pemilihan Species

Aquilaria malaccensis, A. microcarpa serta A. crassna adalah species penghasil gubal gaharu dengan aroma yang sangat disenangi masyarakat Timur Tengah, sehingga memiliki harga paling tinggi.

· Lokasi Penanaman.

Gaharu dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 750 m dpl.

· Pola Tanam

Monokultur atau sistem campur (tumpangsari, atau agroforestry)

· Jarak Tanam

Jarak tanam 3 x 3 m (1.000 pohon/ha.), namun dapat juga 2.5 x 3 m sampai 2.5 x 5 m. Jika tanaman gaharu ditanam pada lahan yang sudah ditumbuhi tanaman lain, maka jarak tanaman gaharu minimal 3 m dari tanaman tersebut.

· Lubang tanam

Ukuran lubang tanam adalah 40 x 40 x 40 cm. Lubang yang sudah digali dibiarkan minimal 1 minggu, agar lubang beraerasi dengan udara luar. Kemudian masukkan pupuk dasar, campuran serbuk kayu lapuk dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 sampai mencapai ¾ ukuran lubang. Kemudian setelah beberapa minggu pohon gaharu, siap untuk ditanam.

· Penanaman

Penanaman benih gaharu sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan di pagi hari sampai jam 11.00, dan dapat dilanjutkan pada jam 4 petang harinya.

· Pemeliharaan

Pemupukan dapat dilakukan sekali 3 bulan, namun dapat juga setiap 6 bulan dengan kompos sebanyak 3 kg melalui pendangiran dibawah canopy. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dan majemuk dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun, kemudian dosisnya bertambah sesuai dengan besarnya batang tanaman. Hama tanaman gaharu yang perlu diperhatikan adalah kutu putih yang hidup di permukaan daun bawah, bila kondisi lingkungan lembab. Pencegahan dilakukan dengan pemangkasan pohon pelindung dan pruning agar kena cahaya matahari diikuti penyemprotan pestisida seperti Tiodane, Decis, Reagent., dll Pembersihan gulma dapat dilakukan sekali 3 bulan atau pada saat dipandang perlu.

Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan pekerjaan inokulasi gaharu.

Jumat, 18 Januari 2008

PROSPEK BISNIS GAHARU

Sebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di Singapura. Gaharu tersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Hutan alam sudah tidak mampu lagi

menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk mendukung keperluan masyarakat dunia secara berkelanjutan.

Jika satu pohon gaharu hasil budidaya menghasilkan 10 kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahun.

Minggu, 13 Januari 2008

HARGA GAHARU

Gaharu memiliki nilai harga mulai dari RM 5 – RM 25 000/kg tergantung asal species pohon dan kualiti gaharu. Sedangkan minyak gaharu umumnya disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari RM 300 – RM 350/ tola (12gm).

KLASIFIKASI GAHARU

Abuk gaharu terdiri dari :

Kemedangan terdiri dari :

Gubal gaharu terdiri dari :

Abuk gaharu Super, Abuk gaharu kemedangan A, Kacang, Abuk gaharu kemedangan TGC

Kemedangan A, B, C, TGC , (BC), Kemedangan Putih, Teri Kacang (terapung).

Double Super, Super A, Super B, Kacang, Teri A, Teri B, dan dan Sabah (tenggelam).


PENDAFTARAN DIBUKA - KURSUS PENANAMAN DAN INDUSTRI GAHARU BULAN NOV 2012

Dijemput kepada penanam, bakal penanam pokok gaharu supaya menghadiri Kursus Penanaman Gaharu. Matlamat kursus ialah mendedahkan kepada peserta cara-cara penanaman gaharu (mengikut cara yang betul) mengenal jenis pokok gaharu, mengetahui potensi hasil gaharu dan indusrtinya dan pasarannya. Anda akan didedahkan ilmu dan maklumat oleh En. Mat Hasbollah Bin Sudin ( Pengurus Besar Gaharuman Resources) Kursus tersebut akan diadakan pada :

Tarikh : 25 NOVEMBER 2012 (Ahad)


Masa : 8.30pg - 3.30ptg

Tempat : Tanjong Karang Selangor.

Yuran : RM 250.00

Makan minum, kertas kerja, sijil penyertaan diberi.

Maklumat lanjut 0133707271

Gaharu

Gaharu
GAHARU sejenis kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (BSN, 1999).